[Lomba Menulis dan Jilbab Pertama] Jilbab Pertama Keluargaku


Aku dilahirkan sebagai anak kelima dari enam bersaudara. Seluruh saudara kandungku adalah perempuan kecuali kakak pertama ku. Kata cerita ibuku, dulu setelah kelahiran anak ketiga, ibuku ingin punya anak laki-laki lagi, tapi hingga anak ke enam ternyata yang lahir anak perempuan semua!;) akhirnya ibuku pasrah saja selain karena usia yang sudah tidak muda, juga harus memikirkan biaya pendidikan kami semua, karena ayahku hanya seorang PNS biasa.

Alhamdulilah ibuku dan seluruh saudara perempuanku berjilbab. Yang pertama kali memakai jilbab adalah kakak ku yang keempat. Dia memakai jilbab ketika SMP. Masih teringat perjuangan dia memakai jilbab ketika SMP, karena pada waktu itu dia dilarang memakai jilbab ke sekolahnya. Waktu itu akhir tahun 80-an, dimana wanita yang memakai jilbab masih dihitung dengan jari dan masih ada larangan berjilbab di sekolah! Walaupun dari rumah sudah berjilbab rapi, tapi ketika sampai sekolah dia harus melepas jilbabnya. Karena di sekolahnya itu pun dilarang untuk memakai rok panjang dan harus tetap memakai rok pendek (dibawah lutut sedikit), kakak ku mensiasatinya dengan memakai kaos kaki yang sangat panjang sampai ke paha, agar tetap auratnya tertutup walupun memakai rok pendek. Walaupun dengan banyaknya rintangan dari pihak sekolah dia tetap istiqomah dengan jilbabnya, sampai akhirnya berkat perjuangan bersama teman-temannya, akhirnya pihak sekolah mengijikan dia untuk memakai jilbabnya! Alhamdulillah…

Kemudian, kakak ku yang ketiga yang memakai jilbab. Dia memakai jilbab karena sekolah di pesantren di daerah Balaraja- Tangerang. Maaf aku lupa nama pesantrennya! Alhamdulilah dia masuk pesantren karena keingiinannya sendiri. Terus terang kalau waktu itu aku disuruh juga masuk pesantren, aku pasti gak mau karena bayanganku pesantren itu terisolir sekali dan gak bebas. Apalagi aku melihat pesantren kakak ku itu, tempatnya sungguh terpencil dan asramanya agak kumuh, walaupun gedung sekolah serta masjidnya bagus.

Lalu, ibuku yang selanjutnya memakai jilbab, karena beliau menunaikan ibadah haji bersama ayahku. Sebenarnya ayah ibuku sudah lama ingin pergi haji, tapi tidak ada biayanya, karena tanah yang akan dijadikan sumber biaya pergi haji, tidak juga laku terjual. Mungkin juga karena belum ada panggilan dari Allah. Akhirnya tanah itu pun laku terjual pada awal tahun 90-an dan Allah pun mengijinkan kedua orang tua ku untuk pergi haji.

Selanjutnya aku yang memakai jilbab ketika kuliah di Jogja. Sebenarnya keiiginan untuk memakai jilbab sudah lama sekali, semenjak aku SMA. Tapi tidak juga terlaksana karena aku merasa belum siap.Banyak pikiran bersliweran di otakku dan sepertinya ada tarik menarik antara Malaikat yang menyuruhku segera berjilbab serta setan yang melarangku untuk berjilbab. Akhirnya pada waktu itu setanlah yang memenangkan pikiranku! huhuhuh.. ;( Apalagi teman-teman dekatku waktu itu tidak ada yang memakai jilbab.
Kemudian ketika kuliah, satu persatu temanku banyak yang memakai jilbab, terbersit pula keinginanku waktu itu untuk memakai jilbab. Tapi ternyata aku belum siap juga. Pada waktu itu ada perkataan salah satu teman dekatku yang bilang, yang penting hatinya dulu yang dijilbab baru kemudian kepalanya…
Sehingga akhirnya ada suatu kejadian luar biasa yang membuat aku mantap untuk berjilbab. dan aku berfikir kalau tidak sekarang, kapan lagi?? kemudian aku juga berfikir kenapa tidak kepala-nya yang diberi jilbab terlebih dahulu, sehingga Insya Allah ketika kepala sudah berjilbab, hatipun akan turut serta berjilbab!🙂 Alhamdulilah akhirnya kali ini Malaikat yang menguasai pikiranku!😉

Setelah itu kakaku yang kedua yang berjilbab, sebelumnya dia sudah suka pake jilbab, tapi masih sering buka tutup. Akhirnya dia mantap berjilbab setelah Umroh bersama suami serta anak-anaknya. Kemudian baru adikku yang bungsu yang kemudian berjilbab kira-kira 2 tahun yang lalu pada hari ulang tahun ibuku. Aku tidak tahu pasti apa yang menyebabkan dia mantap berjilbab. Dia hanya bercerita, dia memakai jilbab sebagai hadiah ulang tahun ibuku. Tapi aku merasa pasti ada hal yang besar dibalik itu yang membuatnya mantap untuk berjilbab. Apapun itu alasannya yang penting sekarang dia sudah cantik dengan jilbabnya! Alhamdulillah……..

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diikutkan untuk lomba jilbab pertama di rumah uni Dian
Gambar boleh nyulik dari sini

32 thoughts on “[Lomba Menulis dan Jilbab Pertama] Jilbab Pertama Keluargaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s