21

[Lebaran] Sungkeman

Sudah menjadi tradisi di keluarga saya kalau setiap lebaran pasti si Mamah bikin ketupat, sayur labu siam, rendang serta semur lidah (tapi karena saya tidak suka lidah maka ibuku khusus membuatkan semur daging khusus untuk saya seoarang, anaknya yang paling cantiikkk! hayahay)

Jadi ketika dua tahun yang lalu saya mudik lebaran ke rumah mertua di Jogja (baru 2 tahun yang lalu saya lebaran di Jogja setelah menikah. Tahun pertama setelah menikah saya tidak mudik ke jogja karena sedang hamil besar, tahun kedua Aghnat masih kecil, jadi masih repot untuk membawanya mudik, baru kemudia tahun ketiga atau 2 tahun yang lalu, ketika Aghnat berusia 2 tahun saya bisa merasakan mudik lebaran ke Jogja) saya agak shock karena Ibu (mertua) tidak memasak ketupat beserta teman-temannya itu! huaaa

Tapi lebaran tidak sekedar makan ketupat, ada hikmah besar dibalik itu. Hari lebaran adalah hari dimana kita saling memaafkan dan kembali suci dari dosa. Di momen lebaran di Jogja ini saya pertama kali merasakan tradisi sungkeman. Awalnya saya tidak tahu bahwa ada tradisi sungkeman di keluaraga besar suami saya, karena suami saya tidak pernah bercerita tentang sungkeman ini.
Saya merasakan pengalaman yang luar biasa serta keharuan ketika sungkeman.Setelah melaksanakan sholat Idul Fitri dan kemudian bersilahturahmi kepada para tetangga, baru kemudian dimulai acara sungkeman. Acara sungkeman dilaksanakan di Masjid, karena rumah Ibu berada disamping Masjid, yang kebutulan tanah Masjid itu merupakan wakaf dari keluarga besar Bapak (mertua) saya. Acara dimulai dengan sepatah kata dari Bapak tentang makna Idul Fitri. Setelah ceramah singkat dari Bapak, kemudian acara sungkeman berlangsung dengan khidmat. Saya pun merasakan keharuan yang luar biasa karena untuk pertama kalinya saya sungkem kepada Bapak dan Ibu serta menerima sungkeman dari para adik ipar. Semoga sungkeman ini melebur semua dosa diantara kami.. Amiin


=======================================
ikutan lomba lebaran di rumah mba tintin
gambar diambil secara semena-mena dari sini