39

Praaannggg…

Sabtu kemarin, sehabis sholat maghrib, aghnat bermain2 beras. Dia mengubur mobil2an nya ke dalam beras. “Wah asik yah bunda maen beras kaya maen pasir” kata Aghnat. Lama2 di mulai ngambil piring, keramik (duh saya sangat menyesal, mengapa saya membolehkan aghnat untuk memakai piring keramik) trus dimasukan lah beras ke dalam piring itu. Ade mau maen jual2an aaah! Bunda bunda.. Bunda disana yah, duduk di kursi trus abi dikamar, nanti ade jualan beras, ntar bunda beli yah. Kemudian lari2an lah dia dgn membawa piring beras bolak balik dr kamar ke kursi, sambil teriak teriak ‘beras beras siapa mau beli?! Kemudian, tiba2 PRAANGGG..suara piring pecah.. Astaghfirullah .. Aghnat sdh tersungkur dibawah diantara pecahan piring. Saya langsung bergegas melihat kondisi Aghnat. Awalnya tidak ada darah yang mengucur tapi kemudian saya lihat ada darah di bacunya aghnat. Ternyata darah tersebut berasal dari pipinya aghnat.. Saya langsung panik, apalagi pas saya lihat lukanya cukup dalam dan lebar. Kemudian aghnat nangis dan teriak2 “sakit..sakit..sakit..”.. Saya mnegutakan diri saya untuk tidak menangis dan tidak panik.. Untung suami saya segera menyalakan motor dan menyuruh saya untuk bergegas mengendong aghnat untuk dibawa ke Rumah Sakit.
Alhamdulillah jarak rumah saya dengan RS tidak jauh, hanya 1 km. Diperjalanan, saya menenangkan aghnat dan alhamdulilah dia tidak menangis dan darahnya tidak mengucur deras.
Segera setelah sampai ke RS, kami langsung menuju UGD. Aghnat langsung nangis ketika lukanya dibersihkan.. Ternyata lukanya dalam sekali, sehingga dokter memutuskan untuk di jahit. Duh saya ngilu sekali melihat aghnat disuntik obat anestesi pas ditempat lukanya yang menganga lebar! ;(.. Ketika lukanya dijahit saya tidak sanggup melihatnya, saya hanya mengusap2 kakinya aghnat supaya tenang dan sambil terus berdoa. Karena aghnat terus menangis dan tidak mau diam, dokter kesulitan untuk menjahit sehingga ada jahitan yang lepas dan harus diulang dan ada empat jahitan untuk menutup luka itu..
Duuh nak, bunda ngeri melihatnya.. semoga kamu kuat yah.
Akhirnya selesailah proses jahit menjahit yang mengerikan tersebut dan aghnat diperbolehkan pulang.
Alhamdulilah malamnya aghnat tidak panas dan keadaannya baik2 saja. Dokter memberi obat penurun panas dan antibiotik, tapi tidak saya minumkan. Pagi harinya, aghnat terlihat ceria dan tidak kesakitan. Saya tanya apakah lukanya masih sakit? Dia menjawab engga!
Kemarin malam, jahitannya sudah dilepas. Uugh saya tidak sanggup melihat aghn,at dilepas jahitannya. Alhamdulilah aghnat tidak nangis.! Anak yang hebat!! Tapi lukanya masih harus ditutup dan diberi salep karena belum begitu kering.
Doakan semoga lukanya aghnat cepat kering yaah dan tidak ada keloidnya! 😉


Inilah aghnat dengan perban dipipinya